admin

Asal-usul Si Mayat Hidup

Uncategorized No Comment

Tahun 2018 menandai tepat 200 tahun kelahiran Frankenstein, si mayat hidup. Siapakah sosok penciptanya di dunia nyata? Salah bila kamuberanggapan kisah gothic ini bermunculan dari tangan seorang pria,laksana dokter Victor Frankenstein yang menciptakannya. Frankenstein atau yang dikenal pun sebagai “The Modern Prometheus”, bermunculan dari goresan pena Mary Wollstonecraft Shelley.

Sepanjang hidupnya Mary berprofesi sebagai penulis. Karyanya antara beda novel, cerpen, esai, drama, kisah perjalanan, dan biografi. Lahir pada 30 Agustus 1797 di London dari pasangan jurnalis William Goldwin dan feminis Mary Wollstonecraft, nampaknya bakat mencatat Mary diturunkan dari kedua orangtuanya yang di samping pemikir, pun adalahpenulis. Sayangnya, Marylupa mengenal sang ibu disebabkan ibunya meninggal saat Mary baru berusia 11 hari.

Meski tidak mendapatkan edukasi formal laksana teman sebayanya, ia tidak sedikit mendapatkan ilmu lewat enam bulan belajar di sekolah putri, homeschooling, dan tidak sedikit mendapatkan informasi melewati buku-buku yang diperolehnya dari perpustakaan sang ayah. Kebahagiaantersebut hanya dilangsungkan sesaat sebab tak lama lantas ayahnya menikah lagi. Bagai dongeng Cinderella, tidak sedikit yang tidakmenyenangi ibu tiri Mary yang dikenal pemarah dan lebih menyayangi anak-anak kandungnya.

Di umur 14 tahun, Mary dikirim ayahnya ke Skotlandia guna menjauhkannya dari kondisi tegang di rumah. Ketika ia kembali sejenak ke rumahnya pada 1812, Mary bertemu dengan Percy Shelley, salah satu pengekor politik ayahnya sekaligus penyair. Saat tersebut Percy sudah berstatus menikah. Ketika mereka bertemu lagi dua tahun kemudian, pernikahan Percy sudah mendingin. Mary sudah menjadi perempuan muda yang di samping cantik,pun cerdas.

Segera cerita cinta dua-duanya terjalin sesudah Percy mengaku cinta di atas makam Ibu Mary. Karena tak kunjung mendapat restu dari ayah Mary, kedua pasangan muda ini kawin lari meninggalkan istri Percy yang sedang hamil. Saat itu, Mary pun sedang hamil. Akhirnya, mereka sah menikah tak lama sesudah istri kesatu Percy ditemukan bunuh diri.

Jadi, bagaimana Mary membuat karya agungnya? Pada Mei 1816, Mary dan suaminya diundang ke villa kepunyaan Lord Byron, seorang penyair ternama. Mereka merencanakan untuk menguras musim panas di villa berbentuk kastil yang terletak di sekitar Danau Geneva, Swiss. Sayangnya, letusan Gunung Tambora pada masa tersebut turut memengaruhi situasi iklim Eropa. Letusan dahsyat menyebabkan nyaris seluruh dunia tertutup kabut. Takterdapat musim panas. Setiap hari curah hujan paling tinggi, tak jarangmembawa badai.

Oleh sebab tidak dapat beraktivitas di luar ruangan, Lord Byron mengadakan persaingan menulis kisah horor. Pada masa-masa yang sudah ditentukan, melulu Mary yang dapat menyelesaikan cerita tentang mayat hidup. Konon katanya, Mary mendapatkan ilham mengenai Frankenstein dari mimpinya mengenai seorang lelaki dan makhluk asing. Saat badai besar, ia terbangun dan langsung menyebutkan mimpinya di bawah remangnya lampu.

Kesulitan guna tidur, Mary dirasuki oleh imajinasinya guna mengembangkankisah horor miliknya dalam format buku. Sangat mengagumkan sebab Frankenstein ditulis oleh seorang gadis berusia 18 tahun melulu dalam kurun waktu tidak cukup dari setahun.

Frankenstein meraih berhasil besar dan menciptakan karier Mary dalam dunia tulis-menulis semakin menanjak. Pada 1826, Percy yang senang berlayar seketika tenggelam dalam kemalangan perahu. Sisa hidup Marydicerminkan sebagai perempuan yang berusaha keras, tabah dalam menghadapi segala kendala keuangan dan dalam memperbanyak putranya sendirian.

Meski sering merasakan tekanan dan kekecewaan pribadi, Mary sukses menelurkan sebanyak karya agung lainnya. Kisah hidupnya selesai bahagia. Ia dapat membangun reputasinya sebagai penulis terkenal dan berbaikan dengan ayahnya. Hingga ketika ini, karyanya tidak sedikit sekali diadaptasi menjadi film, drama, dan serial televisi.

cerita horor
cerita horor

Kisah Frankenstein

Menurut https://828bet.net/ Sebenarnya Frankenstein bukanlah nama pribumi dari makhluk raksasa itu. Supaya lebih gampang menyebutnya, orang memanggil makhluk itu dengan nama Frankenstein, sama dengan nama penciptanya.

Alkisah, seorang pemuda mempunyai nama Victor Frankenstein paling tertarik mempelajari ilmu alam. Setelah kematian ibunya, Victor menyibukkan diri dan terobsesi guna menghidupkan makhluk mati. Ia terus bereksperimen membuat sosok insan dari potongan tubuh jenazah. Ciptaannya sukses hidup. Akan tetapi, tidak cocok ekspektasi. Matanya kuning, tingginya selama 2,4 meter dengan pembuluh darah yang menonjol di balik kulit pucatnya menciptakan mahkluk tak mempunyai nama ini terlihat paling mengerikan. Victor Frankenstein juga lari meninggalkannya tepat di ketika makhluk raksasa tersebut membuka matanya.

Cerdas dan cepat belajar, makhluk ini hidup sendirian sesudah menyadari bahwa seluruh orang yang ia jumpai ketakutan dan membencinya sebab penampilannya yang seram. Ia juga ketakutan dan bingung kenapa dunia ini begitu jahat. Diam-diam ia bersembunyi di sekitar pondok yang ditinggalisuatu keluarga. Setiap hari ia menolong keluarga tersebut mengumpulkan kayu bakar, seraya belajar berkata setelah sering menculik dengarpercakapan mereka. Suatu ketika, makhluk tak mempunyai nama ini kagetmenyaksikan pantulan dirinya di kolam. Ia juga sadar mengapa tidak sedikit manusia normal yang fobia padanya.

Perlahan, makhluk ini berteman dengan sosok ayah buta yang bermukim di pondok tersebut. Alangkah kagetnya saat istri dan anak-anak sang ayahmenyaksikan monster tersebut, mereka segera melarikan diri. Diliputi kebencian yang membara, makhluk ciptaan Dr. Victor ini bersumpah untukmenggali penciptanya.

Setelah sukses bertemu Victor, makhluk ini meminta Victor untuk membuat lagi satu makhluk wanita kelihatannya sebagai teman. Menurutnya, masing-masing makhluk pantas untuk bahagia. Ia berjanji setelah tersebut ia dan pasangannya bakal pergi jauh ke terpencil hutan Amerika dan takbakal pernah hadir lagi. Tentu saja Victor menolak, makhluk ini menakut-nakuti untuk membunuh orang tercinta Victor bilamana sang dokter tidakinginkan mengabulkan permintaannya. Ketakutan kehilangan orang-orang yang disayanginya, Victor kesudahannya setuju.

Dalam proses penciptaan makhluk kedua, Victor diliputi ketakutan. Bagaimana bila makhluk berikutnya lebih jahat dari makhluk kesatu? Bagaimana bila mereka saling menyenangi dan menghasilkan keturunan yangdapat membahayakan umat manusia? Ia juga menghentikan percobaan ini tanpa menyadari bahwa makhluk sebelumnya memperhatikannya dari balik jendela.

Menganggap Victor ingkar janji, makhluk ini membunuh calon tunangan Victor dan sukses melarikan diri. Victor mengejarnya hingga ke Kutub Utara dengan harapan membumihanguskan ciptaannya tersebut. Naasnya, ia tumbangdampak kelelahan dan hipotermia. Sebelum meninggal, Victor bertemu dengan seorang kapten kapal dan mengisahkan kisahnya.

Di akhir cerita, kapten kapal yang berperan sebagai narator dalam cerita ini bertemu dengan monster yang dikisahkan Victor. Berdasarkan keterangan dari makhluk tersebut, kematian Victor pada kesudahannya tidak membuatnya damai. Ia bersumpah guna membunuh dirinya sendiri sampai-sampai tak terdapat orang beda lagi yang pernah tahu eksistensinya. Kapten kapal menonton makhluk itu pergi dengan rakit esnya, perlahan menghilang dalam kegelapan, dan tak bakal pernah hadir lagi.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *